Kecemasan Yang Membuat Orang Mempertanyakan Kualitas Diri
Kecemasan atau anxiety adalah suatu emosi yang dirasakan oleh seseorang apabila mereka merasakan kehilangan dan memiliki ketakutan yang berlebih. Di masa pandemi yang seperti ini kecemasan merupakan masalah utama yang harus dihadapi, karena pasti banyak sekali orang di luar sana yang merasa ketakutan dan merasa bahwa adanya wabah ini membuat banyak dampak buruk bagi kegiatan ekonomi mereka. Tentu saja pasti ada rasa cemas terhadap dampak buruk yang ditimbulkan di situasi pandemi ini. Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya, di PHK secara mendadak, maupun bisnis mereka yang gulung tikar. Saat kita kehilangan sesuatu atau saat ada perubahan dalam hidup maka kita pasti akan mempertanyakan kualitas diri kita seperti apa. pertanyaan yang sering muncul dalam diri kita masing-masing pasti tentang “apakah aku bisa melalui ini semua?” “bisakah aku menghadapi kehilangan yang membuat diriku cemas dan takut ini?”.
Pasti
kita merasakan bahwa pekerjaan merupakan hal yang sudah menjadi harga diri
kita. Di usia 18-30 tahun mereka akan merasakan bahwa mereka menginginkan
sebuah pengakuan dari lingkungannya. Dan biasanya pengakuan tersebut muncul
dari identitas pekerjaan yang mereka dapatkan. Disitulah akan muncul kecemasan
pada diri kita. Cemas apabila kita di nilai buruk oleh orang lain walaupun
menurut kita sendiri sudah melakukan pekerjaan dengan benar, namun masih ada
saja orang yang mencari kesalahan pada diri kita. Disinilah tercipta dua macam
kecemasan, yaitu normal anxiety dan anxiety disorder. Normal anxiety yaitu suatu reaksi pikiran dan tubuh yang
menimbulkan stres dan perasaan yang tidak nyaman, tertekan maupun takut oleh
otak untuk memperingatkan pada tubuh bahwa akan ada bahaya di depan kita dan
merupakan reaksi yang normal. Sedangkan untuk anxiety disorder merupakan suatu kondisi dimana penderita mengalami
kesulitan untuk mengontrol rasa cemas tersebut dalam waktu kurang lebih 6
bulan.
Penderita anxiety disorder memiliki beberapa
gejala fisik maupun emosi. Untuk gejala fisik yaitu seperti kejang otot, merasa
stres pusing dan juga mual. Sedangkan untuk gejala emosinya yaitu seperti mudah
untuk terbawa perasaan, sering marah dan juga sedih sendiri. Jika sudah
menderita gangguan kecemasan tersebut alangkah baiknya untuk ditangani lebih
serius. Misalnya kita bisa berkonsultasi dengan psikiater.
Kita juga bisa lakukan beberapa
cara untuk menangani gangguan tersebut di rumah. Jika sudah merasa cemas maka
lakukan hal-hal seperti duduk lalu menghirup nafas sedalam dalamnya dan
membuangnya perlahan karena pernafasan bisa membuat kita untuk tetap mindfull. Kemudian
coba pikirkan sesuatu yang membuatmu bahagia dan masih kamu miliki pada saat
ini. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara mendiskusikan masalah kalian
atau mencari tempat curhat agar kalian bisa lebih lega. Dukungan sosial dari
sekitar juga dapat meningkatkan kepercayaan diri kita.
Jadi pada intinya kita
cemas akan sesuatu itu wajar namun jangan sampai kita lupakan sesuatu yang
masih kita miliki. Jangan lupakan bahwa keluarga dan teman-teman kita masih ada
untuk mendukung diri kita. Cobalah untuk selalu bersyukur, hidup mindfull,
hadapi keraguan dan terus mengembangkan diri. You can do it!!do the best!! Jadikan kata tersebut untuk memotivasi
dirimu agar bisa selalu semangat untuk menghadapi masalah yang ada.
Akhirnya kelar ya tulis menulisnya
BalasHapusIyaaa akhirnyaaa 😂
Hapussangat bermanfaat, thank infonya
BalasHapuskeep inspiring!
BalasHapuskeep inspiring!
BalasHapus